Branding dan Digital Marketing Meningkatkan Penjualan pada Pelaku Usaha Dodol Nanas Desa Tambakmekar Jalancagak Kabupaten Subang
DOI:
https://doi.org/10.54783/ha1xr444Keywords:
Branding, Digital Marketing, Penjualan, Dodol Nanas.Abstract
Kemajuan teknologi yang sangat pesat saat ini harus selalu diikuti oleh setiap pelaku usaha tidak terkecuali para pelaku usaha dodol nanas yang berada di Kecamatan Jalancagak Kabupaten Subang. Penggunaan internet yang semakin berkembang dan aksebilitas yang semakin mudah dengan jangkauan semakin luas membuka peluang bagi pelaku usaha dodol nanas untuk melakukan pemasaran secara digital. Langkah pertama yang dapat dilakukan dalam usaha pemasaran secara digital yaitu dengan melakukan branding. Permasalahan yang dihadapi para pelaku usaha dodol nanas dalam melakukan pemasaran digital adalah masih banyak pemberian nama merek yang sama dan bentuk kemasan yang sama dan kurang variatif. Tujuan pengabdian kepada masyarakat terhadap pelaku usaha dodol nanas adalah memberikan pemahaman dan pengertian pentingnya branding dan digital marketing dalam upaya meningkatkan penjualan. Metode pelaksanaan yang dilakukan berupa penyuluhan, diskusi, studi banding, dan pendampingan. Hasil dari pengabdian kepada masyarakat adalah adanya manfaat yang dirasakan oleh pelaku usaha dodol tentang arti pentingnya branding dan digital marketing.
References
Agato. (2019). Pembuatan Sirup Nanas dengan Metode Blanching dan Perendaman Garam. Buletin Loupe, 15(01), 5. https://doi.org/10.51967/buletinloupe.v15i01.29
BPS Kab. Subang. (2021). Kabupaten Subang Dalam Angka 2021. Badan Pusat Statistik Kabupaten Subang, 1–206.
Combe, C. (2006). Introduction to E-business Management and strategy (Fisrt). Elsevier Ltd.
Febriyantoro, M. T., & Arisandi, D. (2018). Pemanfaatan Digital Marketing Bagi Usaha Mikro, Kecil Dan Menengah Pada Era Masyarakat Ekonomi Asean. JMD: Jurnal Riset Manajemen & Bisnis Dewantara, 1(2), 61–76. https://doi.org/10.26533/jmd.v1i2.175
Hoeffler, S., & Keller, K. L. (2003). The marketing advantages of strong brands. Journal of Brand Management, 10(6), 421–445. https://doi.org/10.1057/palgrave.bm.2540139
Kotler, P., Armstrong, G., & Opresnik, M. O. (2017). Principles of Marketing (13th ed.). Pearson. https://doi.org/10.1017/CBO9781107415324.004
Kotler, P., & Keller, K. L. (2016). Marketing Management (13th ed.). Prentice Hall.
Rizal, M. (2015). Diversifikasi produk olahan nanas untuk mendukung ketahanan pangan di Kalimantan Timur. 1(Muchtadi 2000), 2011–2015. https://doi.org/10.13057/psnmbi/m010827
Sammut-Bonnici, T. (2015). Brand and Branding. Wiley Encyclopedia of Management, 6(October), 1–3. https://doi.org/10.1002/9781118785317.weom120161
Santoso, H. . (2010). Teknologi Tepat Guna Manisan Nanas. Kanisius.
Susanti E., & Oskar, D. P. (2018). Strategi Branding Dalam Membangun Ekuitas Merek UMKM (Studi Kasus: Pusat Oleh-Oleh Kota Padang). Ikraith Ekonomika, 1(2), 116–130.
Yunaida, E. (2018). Pengaruh Brand Image (Citra Merek) terhadap Loyalitas Konsumen Produk Oli Pelumas Evalube di Kota Langsa. Jurnal Manajemen dan Keuangan, 6(2), 798–807. https://doi.org/10.33059/jmk.v6i2.685










1.png)