Pandangan Pendidikan Islam Kotemporer Terhadap Pemberdayaan Masyarakat
DOI:
https://doi.org/10.54783/p1fh6n54Keywords:
Pendidikan Islam, Kotemporer, Pemberdayaan.Abstract
Fokus utama artikel ini adalah mengkaji wacana pendidikan Islam dari perspektif filsafat pemberdayaan. Sejalan dengan pandangan ini, ia mengusulkan kerangka konseptual baru untuk pemberdayaan sebagai pengganti pandangan tradisional, yang mempertimbangkan pemberdayaan dalam hal pembangunan infrastruktur atau pergeseran kekuasaan dari yang kuat ke yang tidak berdaya. Kami menyarankan bahwa pemberdayaan harus dilihat sebagai proses sosial yang membantu orang mendapatkan kendali atas hidup mereka dengan memungkinkan mereka untuk bertindak atas isu-isu penting bagi mereka. Dilihat dari sudut ini, pendidikan yang berupaya memberdayakan orang harus menjadi proses yang memberikan kebebasan dan sumber daya mendasar untuk memahami dunia dan memberikan kemampuan untuk mengubah dunia itu. Wacana pendidikan Islam kontemporer dievaluasi atas dasar ini untuk menentukan sejauh mana pendidik Islam terlibat dengan gagasan pemberdayaan yang diusulkan dalam artikel ini.
References
Ahsan, M. A., Shahed, A. K. M., & Ahmad, A. (2013). Islamization of Knowledge: An Agenda for Muslim Intellectuals. Global Journal of Management and Business Research.
Aminah, S. (2016). Kuasa Negara pada Ranah Politik Lokal. Prenada Media.
Chaniago, S. A. (2015). Pemberdayaan Zakat dalam Mengentaskan Kemiskinan. Jurnal Hukum Islam, 47-56.
Hadi, A. P. (2010). Konsep Pemberdayaan, Partisipasi Dan Kelembagaan Dalam Pembangunan. Yayasan Agribisnis/Pusat Pengembangan Masyarakat Agrikarya (PPMA).
Hikam, M. A. S. (2000). Islam, Demokratisasi, dan Pemberdayaan Civil Society. Erlangga.
Hussien, S. (2007). Critical pedagogy, Islamisation of knowledge and Muslim education. Intellectual Discourse, 15(1).
Istan, M. (2017). Pengentasan Kemiskinan Melalui Pemberdayaan Ekonomi Umat Menurut Persfektif Islam. Al-Falah: Journal of Islamic Economics, 2(1), 81-99.
Kasmar, I. F., Amnda, V., Mutathahirin, M., Maulida, A., Sari, W. W., Putra, S., ... & Engkizar, E. (2019). The Concepts of Mudarris, Mu'allim, Murabbi, Mursyid, Muaddib in Islamic Education. Khalifa: Journal of Islamic Education, 3(2), 107-125.
Kesuma, G. C. (2017). Pemberdayaan Pendidikan Islam dalam Upaya Mengantisipasi Kehidupan Masyarakat Modern. Al-Tadzkiyyah, 8(1), 177531.
Maulana, M. F. (2017). IOK The Islamization of Knowledge (IOK) An Experience of International Islamic University Malaysia An Experience of International Islamic University Malaysia. JOURNAL OF CREATIVE WRITING| ISSN 2410-6259, 3(02), 23-41.
Najahah, N. (2016). Pemberdayaan Masyarakat Dalam Perspektif Pendidikan Islam. JURNAL LENTERA: Kajian Keagamaan, Keilmuan dan Teknologi, 15(2), 134-147.
Rahman, F. (1988). Islamization of knowledge: A response. American Journal of Islamic Social Sciences, 5(1), 3-11.
Ratnasari, D. (2016). Pemberdayaan Perempuan dalam Pendidikan Pesantren. 'Anil Islam: Jurnal Kebudayaan dan Ilmu Keislaman, 9(1), 122-147.
Roqib, M. (2009). Ilmu Pendidikan Islam; Pengembangan Pendidikan Integratif di Sekolah, Keluarga dan Masyarakat. LKIS Pelangi Aksara.
Sabarudin, M. (2015). Pola dan Kebijakan Pendidikan Islam Masa Awal dan Sebelum Kemerdekaan. TARBIYA: Jurnal Ilmu Pendidikan Islam, 1(1), 139-174.
Sugiyono, P. (2011). Metodologi Penelitian Kuantitatif Kualitatif dan R&D. Bandung: Alpabeta.
Tabrani, Z. A. (2014). Isu-Isu Kritis dalam Pendidikan Islam Perspektif Pedagogik Kritis. Jurnal Ilmiah Islam Futura, 13(2), 250-270.










1.png)