Metode Bercerita Panggung Boneka untuk Mengenalkan Keteladanan Nabi Muhammad SAW: Sikap Tolong-Menolong pada Anak Usia 3–6 Tahun

Authors

  • Aliya Rahmawati Nisfi Sa’ban Universitas Mulawarman, Samarinda, Indonesia Author
  • Mutiara Rizky Zahro Universitas Mulawarman, Samarinda, Indonesia Author
  • Herniwati Pamasi Universitas Mulawarman, Samarinda, Indonesia Author
  • Khusnul Khatimah Universitas Mulawarman, Samarinda, Indonesia Author
  • Siti Nurlali Hasanah Universitas Mulawarman, Samarinda, Indonesia Author
  • Berta Laili Khasanah Universitas Mulawarman, Samarinda, Indonesia Author
  • Maisyarah KB/TK Islam Al Azhar 46 Samarinda, Indonesia Author

DOI:

https://doi.org/10.54783/9dt0rn22

Keywords:

Metode Bercerita, Panggung Boneka, Keteladanan Nabi Muhammad SAW, Anak Usia Dini, Tolong-Menolong.

Abstract

Pengenalan keteladanan Nabi Muhammad SAW pada anak usia dini di KB/TK Islam Al-Azhar 46 Samarinda masih terbatas karena anak belum mengetahui sifat-sifat dan keteladanan Nabi. Penyampaian verbal tanpa media konkret juga kurang sesuai, padahal anak usia 3–6 tahun belajar optimal melalui benda dan peristiwa yang dapat dilihat. Kegiatan pengabdian ini bertujuan mengenalkan keteladanan Nabi Muhammad SAW, dengan fokus sikap tolong-menolong, melalui metode bercerita dengan panggung boneka, serta mendeskripsikan keterlibatan dan pemahaman awal anak. Pendekatan yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan subjek 130 anak dari tiga kelompok usia, yaitu KB (3–4 tahun, 12 anak), TK A (4–5 tahun, 40 anak), dan TK B (5–6 tahun, 78 anak). Tahapan kegiatan meliputi observasi dan koordinasi, penyusunan skenario, pembuatan panggung dan boneka, penyampaian kisah kelahiran Nabi pada Tahun Gajah dan peristiwa Gua Tsur oleh tokoh kakek kepada dua anak (Nusa dan Rara) selama 30 menit, serta tanya jawab. Data dikumpulkan melalui observasi keterlibatan anak, tanya jawab, dan dokumentasi, lalu dianalisis secara deskriptif. Hasilnya, anak menunjukkan keterlibatan yang tinggi, yakni memperhatikan cerita hingga selesai dan antusias berinteraksi dengan boneka. Pemahaman anak berbeda menurut kelompok usia: anak KB mengenali tokoh, anak TK A menyebutkan siapa yang menolong Nabi, dan sebagian anak TK B menceritakan kembali kisah serta mengaitkannya dengan menolong teman. Panggung boneka berkontribusi dengan mewujudkan tokoh, dialog, dan adegan menolong secara visual sehingga nilai yang abstrak menjadi konkret bagi anak. Capaian ini baru menunjukkan pengenalan dan pemahaman awal; penerapan nilai dalam perilaku sehari-hari belum diukur sehingga pembiasaan oleh guru dan orang tua tetap diperlukan.

References

Ananda, R. (2017). Implementasi Nilai-Nilai Moral dan Agama pada Anak Usia Dini. Jurnal Obsesi: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 1(1), 19–31. https://doi.org/10.31004/obsesi.v1i1.28

Bandura, A. (1977). Social Learning Theory. Englewood Cliffs, NJ: Prentice-Hall.

Damayanti, N. (2024). Story Telling Bermuatan Kisah Nabi untuk Meningkatkan Akhlak Peserta Didik di Sekolah Dasar. PROPHETIK: Jurnal Kajian Keislaman, 2(2), 28–43. https://doi.org/10.35457/prophetik.v2i2.4030

Fatmawati, N. (2015). Pengaruh Metode Bercerita (tentang Kisah-Kisah Nabi dan Rosul) terhadap Perkembangan Nilai Agama dan Moral Anak Usia 4-5 Tahun di RA Perwanida Raci Kecamatan Bangil Kabupaten Pasuruan Tahun Ajaran 2013-2014. Jurnal Program Studi PGRA, 1, 128–146. https://doi.org/10.29062/seling.v1i2.244

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia. (2014). Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 137 Tahun 2014 tentang Standar Nasional Pendidikan Anak Usia Dini. Jakarta: Kemendikbud.

Lestariningrum, A., & P.W, I. (2014). Meningkatkan Kemampuan Bahasa Anak Usia Dini Melalui Media Panggung Boneka Tangan. Nusantara of Research, 1(1).

Lickona, T. (1991). Educating for Character: How Our Schools Can Teach Respect and Responsibility. New York: Bantam Books.

Nurbaiti, A., & Zulkarnaen. (2025). Efektivitas Mendongeng dengan Media Boneka dalam Mengembangkan Karakter Prososial Anak Usia Dini. Jurnal Obsesi: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 9(1), 275–284. https://doi.org/10.31004/obsesi.v9i1.6806

Piaget, J., & Inhelder, B. (1969). The Psychology of the Child. New York: Basic Books.

Puspitasari, I., & Hidayatulloh, M. K. (2020). Penanaman Nilai Moral-Spiritual pada Anak Usia Dini melalui Cerita Fabel dalam Surat Al-Fiil. Wacana, 12(1), 36–49. https://doi.org/10.13057/wacana.v12i1.166

Rahmah, A. A. (2019). Pengembangan Bahasa Anak Melalui Metode Bercerita dengan Media Panggung Boneka pada Anak Kelompok A di PAUD Al Farabi Cabean Mangunsari Salatiga Tahun Pelajaran 2018/2019 (Skripsi IAIN Salatiga).

Sidiq, A. M., Umairi, M. A., & Salsabillah, N. I. (2022). Penerapan Metode Bercerita Menggunakan Boneka Tangan untuk Mengembangkan Karakter Anak pada Kelompok A. JP2KG AUD: Jurnal Pendidikan, Pengasuhan, Kesehatan dan Gizi Anak Usia Dini, 3(2), 173–184. https://doi.org/10.26740/jp2kgaud.2022.3.2.173-184

Ulum, B. (2020). Metode Kisah Pendidikan Anak Usia Dini dalam Hadits Nabi. Ta'allum: Jurnal Pendidikan Islam, 8(2), 202–221. https://doi.org/10.21274/taalum.2020.8.2.202-221.

Vygotsky, L. S. (1978). Mind in Society: The Development of Higher Psychological Processes. Cambridge, MA: Harvard University Press.

Downloads

Published

10-10-2026

How to Cite

Metode Bercerita Panggung Boneka untuk Mengenalkan Keteladanan Nabi Muhammad SAW: Sikap Tolong-Menolong pada Anak Usia 3–6 Tahun. (2026). Jurnal Abdimas Peradaban, 7(2), 91-101. https://doi.org/10.54783/9dt0rn22

Similar Articles

1-10 of 43

You may also start an advanced similarity search for this article.