Pemberdayaan Masyarakat Melalui Program Sapi Ceria dalam Meningkatkan Kemandirian Ekonomi Peternak di Kecamatan Gilireng, Kabupaten Wajo

Authors

  • Satya Nugraha CSR Department Energy Equity Epic (Sengkang) Pty. Ltd., Indonesia Author
  • Andi Gustina CSR Department Energy Equity Epic (Sengkang) Pty. Ltd., Indonesia Author
  • Angger Wahyu CSR Department Energy Equity Epic (Sengkang) Pty. Ltd., Indonesia Author
  • Baso Firman CSR Department Energy Equity Epic (Sengkang) Pty. Ltd., Indonesia Author
  • Ahmad Ghozali Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta, Indonesia Author

DOI:

https://doi.org/10.54783/6d8tzg80

Keywords:

Pemberdayaan Masyarakat, Corporate Social Responsibility, Kemandirian Ekonomi, Perguliran Ternak, Peternak Sapi.

Abstract

Pemberdayaan masyarakat melalui sektor peternakan menjadi salah satu pendekatan yang efektif untuk meningkatkan kemandirian ekonomi masyarakat perdesaan. Namun, berbagai program bantuan ternak masih menghadapi tantangan berupa rendahnya keberlanjutan manfaat akibat terbatasnya pendampingan dan penguatan kelembagaan. Penelitian ini bertujuan menganalisis implementasi Program Sapi Ceria sebagai model pemberdayaan masyarakat berbasis Corporate Social Responsibility (CSR) serta mengkaji kontribusinya terhadap peningkatan kemandirian ekonomi peternak di Kecamatan Gilireng, Kabupaten Wajo. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Data diperoleh melalui wawancara mendalam, observasi, dokumentasi, dan studi literatur, kemudian dianalisis menggunakan model interaktif Miles, Huberman, dan Saldaña melalui tahapan kondensasi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Program Sapi Ceria mengintegrasikan penyediaan aset produktif melalui mekanisme perguliran ternak, pendampingan teknis, penguatan kelembagaan kelompok, serta inovasi pemanfaatan pakan silase berbasis limbah pertanian sebagai satu sistem pemberdayaan yang berkelanjutan. Implementasi program berhasil memperluas penerima manfaat menjadi 31 kelompok peternak di tujuh desa dengan perkembangan populasi ternak dari 196 indukan menjadi 376 ekor, disertai peningkatan kapasitas peternak, penguatan kelembagaan, dan peningkatan pendapatan masyarakat. Temuan penelitian menunjukkan bahwa keberhasilan program lebih ditentukan oleh integrasi berbagai komponen pemberdayaan dibandingkan pemberian bantuan ternak semata. Model pemberdayaan yang dikembangkan berpotensi menjadi referensi dalam pelaksanaan program CSR berbasis peternakan di wilayah lain dengan karakteristik serupa.

References

Agatha, A., Sjaf, S., & Muladno. (2023). The influence of local actors in the empowerment of smallholder livestock farming communities. Sodality: Jurnal Sosiologi Pedesaan, 11(3). https://doi.org/10.22500/11202341289

Baxter, P., & Jack, S. (2008). Qualitative case study methodology: Study design and implementation for novice researchers. The Qualitative Report, 13(4), 544–559.

Creswell, J. W., & Poth, C. N. (2018). Qualitative Inquiry and Research Design: Choosing Among Five Approaches. SAGE Publications.

Fusch, P. I., & Ness, L. R. (2015). Are we there yet? Data saturation in qualitative research. The Qualitative Report, 20(9), 1408–1416.

Hayati, N. (2020). Evaluasi program pemberdayaan masyarakat kelompok ternak "Lancar Rejeki". Jurnal Sosiologi USK.

Ife, J. (2013). Community development in an uncertain world: Vision, analysis and practice. Cambridge University Press.

Kharis, A., & Mutrofin. (2019). Pemberdayaan kelompok ternak kambing "Satwa Makmur" melalui program Corporate Social Responsibility PT PLN. Jurnal Pengembangan Masyarakat Islam, 3(1), 69–90.

Likah, L., Yuniarinto, A., Hadiwidjojo, D., & Noermijati. (2017). Community empowerment as a process: A case study on beef cattle breeder empowerment through Corporate Social Responsibility. Advances in Social Sciences Research Journal, 4(7), 130–142.

Miles, M. B., Huberman, A. M., & Saldaña, J. (2014). Qualitative data analysis: A methods sourcebook. SAGE Publications.

Nursamsi, & Adrianti. (2024). Transformasi ekonomi kelompok tani ternak: Dampak bantuan sosial sapi potong di Desa Dadakitan, Kabupaten Tolitoli. Tolis Ilmiah: Jurnal Penelitian, 6(2). https://doi.org/10.56630/tolis.v6i2.767

Putri, S. M., Madarisa, F., & Basyar, B. (2025). Pelaksanaan peran penyuluh terhadap fungsi kelompok oleh peternak sapi potong di Kabupaten Lima Puluh Kota. Jurnal Peternakan Lokal, 8(1). https://doi.org/10.46918/peternakan.v8i1.2869

Ramdani, R. (2023). Empowerment and livestock farming: A holistic approach to local communities. Welfare: Jurnal Ilmu Kesejahteraan Sosial, 12(2), 152-180. https://doi.org/10.14421/welfare.2023.122-05

Ramli, R., Suprapto, S., & Abdullah, A. (2023). Community empowerment through integrated cattle farming. Amalee: Indonesian Journal of Community Research and Engagement, 4(2), 497–510.

Rustinsyah. (2019). The significance of social relations in rural development: A case study of a beef-cattle farmer group in Indonesia. Journal of Co-operative Organization and Management, 7(1), Article 100088. https://doi.org/10.1016/j.jcom.2019.100088

Santosa, F. J., Setyowati, R., & Wibowo, A. (2024). The Impact Assessment of Rural Development Program: Case on Communal Cattle in Kulwaru Village, Special Region of Yogyakarta. J-3P (Jurnal Pembangunan Pemberdayaan Pemerintahan), 22-36.

Saputra, A., & Habibillah, M. (2025). The influence of livestock groups and knowledge of alternative feed on farmers' welfare. Indonesian Business Management Journal. 7(2), 71-81

Suharto, E. (2005). Membangun Masyarakat Memberdayakan Rakyat: Kajian Strategis Pembangunan Kesejahteraan Sosial dan Pekerjaan Sosial. Bandung: Refika Aditama.

Downloads

Published

25-08-2026

How to Cite

Pemberdayaan Masyarakat Melalui Program Sapi Ceria dalam Meningkatkan Kemandirian Ekonomi Peternak di Kecamatan Gilireng, Kabupaten Wajo. (2026). Jurnal Abdimas Peradaban, 7(2), 21-34. https://doi.org/10.54783/6d8tzg80

Similar Articles

31-40 of 43

You may also start an advanced similarity search for this article.