Indeks Debris Sebelum dan Setelah Penggunaan Sikat Gigi Elektrik Dibandingkan dengan Sikat Gigi Manual pada Penghuni Panti Asuhan Asryada, Bogor
DOI:
https://doi.org/10.54783/1n9xh575Abstract
Debris gigi adalah lapisan lunak sisa makanan, bakteri, dan material lain yang menempel di permukaan gigi, dan jika tidak dibersihkan dapat menyebabkan masalah gigi seperti karang gigi dan bau mulut. Merawat kesehatan mulut tidak cukup hanya dengan rutin menyikat gigi, tetapi juga harus dimulai dari memilih jenis sikat gigi yang tepat. Selain sikat gigi manual yang telah lama digunakan, telah hadir inovasi sikat gigi elektrik yang menawarkan beragam fitur canggih. Membandingkan skor indeks debris sebelum dan sesudah penggunaan sikat gigi elektrik dengan sikat gigi manual pada penghuni Panti Asuhan Arsyada, Bogor. Penelitian menggunakan metode deskriptif cross-sectional dengan teknik purposive sampling dengan jumlah responden 46 orang. Instrumen yang digunakan adalah lembar pemeriksaan indeks debris. Hasil penelitian menunjukkan skor indeks debris responden sebelum penggunaan sikat gigi elektrik 1,6 termasuk dalam kriteria Sedang, setelah menggunakan sikat gigi elektrik skor indeks debris turun menjadi 0,2 (kriteria Baik). Pada responden yang menggunakan sikat gigi manual diperoleh skor indeks debris sebelum penggunaan sikat gigi manual adalah 1.1 termasuk dalam kriteria Sedang, dan setelah penggunaan sikat gigi manual skor indeks debris turun menjadi 0,3 (kriteria Baik). Terjadi penurunan skor Indeks Debris yang lebih besar sesudah penggunaan sikat gigi elektrik dibandingkan dengan penggunaan sikat gigi manual.
References
Adam, J. D. A. Z., Koch, N. M., Tahulending, A. A., Karamoy, Y., & Sumampouw, O. J. (2024). Efektivitas Berkumur Air Rebusan Kulit Manggis (Garcinia mangostana Linn) Dalam Menurunkan Debris Indeks Pada Remaja. Jurnal Ners, 8(2), 1602-1606.
Animurniati. (2012). Cara Mengosok Gigi yang Menyebabkan Giigi Rusak. Diakses dari: http://artikelkesehatanwanita.com/cara-menggosok-gigi-yang-menyebabkan-gigi-rusak.html
Anonymous. (2012). Manfaat Menyikat Gigi. Diakses dari: http://carahidupsehat.info/pentingnya-sikat-gigi-sebelum-tidur.html
Arianto, A., & Andriyani, D. (2023). Penyuluhan Pemeliharaan Kesehatan Gigi dan Mulut, Pemeriksaan Gigi, Sikat Gigi Bersama Pada Siswa TK Asmai Rahman Bandar Lampung. Jompa Abdi: Jurnal Pengabdian Masyarakat, 2(1), 30-34.
Astuti, Y. W. (2019). Gambaran kebiasaan menyikat gigi dan indeks OHI-S pada siswa sekolah dasar. Jurnal teknologi keperawatan, 2(1), 1-33.
Bawenti, S., Mintjelungan, C. N., & Mariati, N. W. (2025). Perbedaan Efektivitas Menyikat Gigi Metode Modifikasi Stillman dan Metode Scrub terhadap Indeks Debris Siswa Sekolah Dasar. e-GiGi, 13(2), 319-324.
Dewi, O. (2003). Pemilihan sikat gigi individual. J Dentika Dental, 8(1), 54-60.
Erwin, E., Asmawati, A., & Sofyan, S. (2021). Perbedaan indeks plak pada pemeriksaan dengan bahan disclosing solution dan biji kesumba (Bixa orellana). Jurnal Surya Medika (JSM), 6(2), 5-9.
Fehrenbach, M. J., & Weiner, J. (2009). Saunders review of dental hygiene. Elsevier Health Sciences.
Ghufron, M. R., Mahirawatie, I. C., & NP, I. K. A. (2024). Pemeliharaan Kebersihan Gigi Dan Mulut Siswa Kelas 5 Setelah Menggunakan Media Papan Game. Jurnal Kesehatan Gigi dan Mulut (JKGM), 6(2), 138-143.
Halim, J. M., Andifa, R. A., Sebastian, O., & Wynn, N. (2024, October). Perancangan Produk Sikat Gigi Elektrik Biodegradable Menggunakan Metode Nigel Cross. In Talenta Conference Series: Energy and Engineering (EE) (Vol. 7, No. 1, pp. 855-861).
Himawati, M., Ardan, R., & Randi, R. (2024). Hubungan antara keterampilan menyikat gigi dengan skor indeks plak anak SDN Ciburial 01: studi observasional. Padjadjaran Journal of Dental Researchers and Students, 8(3), 311-321.
INDAH, P. S. (2015). Perbedaan Efektivitas Sikat Gigi Elektrik Dengan Sikat Gigi Manual Dalam Menurunkan Indeks Plak Pada Murid Kelas Iii Sekolah Dasar Negeri 22 Andalas Kecamatan Padang Timur (Doctoral dissertation, UNIVERSITAS ANDALAS).
Indonesia, U. M. (2025). Hubungan Perilaku Menyikat Gigi Terhadap Status
Indowebster. (2010). Asal Usul Sikat Gigi. Diakses dari: http://asal-usul-motivasi.blogspot.com/2010/10/asal-usul-sikat-gigi:html
Koch, N. M. (2020). Gambaran Debris Indeks Pada Pasien di Ruangan Wanita Rsud Kabupaten Fakfak Propinsi Papua Barat. JIGIM (Jurnal Ilmiah Gigi dan Mulut), 3(1), 27-31.
Mangowal, M. P., Pangemanan, D. H., & Mintjelungan, C. N. (2017). Gambaran status kebersihan gigi dan mulut di Panti Asuhan Nazaret Tomohon. e-GiGi, 5(2).
Mardiati, E., Noviani, N., RE, P. R., Nurilawati, V., Anggreni, E., & Nurbayani, S. (2024). Implementasi Menyikat Gigi Menggunakan Pasta Gigi Coconut Butter Terhadap Penurunan Debris Indeks Indeks Kelas 4 Dan 5 SDN Gandul Cinere, Depok. GEMAKES: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, 4(2), 306-311.
Masturah, E. (2024). Promosi Tentang Cara Menyikat Gigi Yang Baik Dan Benar Dengan Metode Demonstrasi Menggunakan Teknik Bass Terhadap Status Php-M Anak Pada Panti Asuhan Khatolik Sonaf Maneka Kota Kupang (Doctoral dissertation, Poltekkes Kemenkes KUpang).
Minnuthfatin, S. A., Setyawardhana, R. H. D., & Kurniawan, F. K. D. (2022). Perbandingan efektivitas penggunaan sikat gigi konvensional dan sikat gigi elektrik terhadap penurunan indeks plak (literature review). Dentin, 6(2).
Ningsih, D. S. (2015). Hubungan jenis kelamin terhadap kebersihan rongga mulut anak panti asuhan. ODONTO: Dental Journal, 2(1), 14-19.
Ningsih, D. S. (2015). Hubungan jenis kelamin terhadap kebersihan rongga mulut anak panti asuhan. ODONTO: Dental Journal, 2(1), 14-19.
NW, S. (2006). Perbedaan efektivitas sikat gigi manual dengan sikat gigi listrik dan lamanya menyikat gigi dalam pembersihan plak. Dentika Dental Journal, 11(1), 20-25.
Pakpahan, E. L., & Amelia, P. (2022). Perilaku Pemeliharaan Kebersihan Mulut Pengguna Ortodonti Cekat (Penelitian pada Murid Kelas 12 SMA Santa Laurensia Tangerang). Jurnal Ilmiah dan Teknologi Kedokteran Gigi (JITEKGI), 18(1), 38-42.
Pintauli S, Taizo H. Menuju Gigi & Mulut Sehat : Pencegahan dan Pemeliharaan. Medan : USU Press, 2012 : 86-93.
Purwati, D. E., Sulastri, S., & Dewi, F. K. (2024). Perbedaan Menyikat Gigi Elektrik Dan Sikat Gigi Manual Terhadap Skor Plak. Jurnal Ilmiah Keperawatan Gigi, 5(1), 131-138.
Putri, A. R. A., Susatyo, J. H., & Abadi, M. T. (2022). Pengaruh Mengunyah Tebu Terhadap Penurunan Angka Debris Indeks Pada Siswa SDN 8 Siantan Kabupaten Mempawah. Journal of Dental Therapist, 1(2), 42-46.
Rachmawati, A. (2019). Perbedaan Efektivitas Menyikat Gigi Menggunakan Kayu Siwak Dengan Sikat Gigi Konvensional Terhadap Penurunan Debris Indeks Siswa Mi Ma’arif Candran Yogyakarta (Doctoral dissertation, Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan Yogyakarta).
Rafiatha. Tips Memilih Sikat Gigi dan Pasta Gigi. <http://rafiatha.wordpress.com/2011/11/08/tips-memilih-sikat-gigi-dan-pasta-gigi/> (30 Oktober 2012)
Selviani, Y., Pertiwisari, A., Sembiring, I. A., & Hasanah, U. (2025). Hubungan Perilaku Menyikat Gigi Terhadap Status Kebersihan Gigi dan Mulut Siswa SD di Wilayah Kerja Puskesmas Mamajang Kota Makassar. MagnaSalus: Jurnal Keunggulan Kesehatan, 7(1).
Sherlyta, M., Wardani, R., & Susilawati, S. (2017). Tingkat kebersihan gigi dan mulut siswa Sekolah Dasar Negeri di desa tertinggal Kabupaten Bandung Oral hygiene level of underdeveloped village State Elementary School students in Bandung Regency. Jurnal Kedokteran Gigi Universitas Padjadjaran, 29(1).










1.png)